CINTA & PERNIKAHAN ( Kahlil Gibran )

Maukah kau menerima hati yang mencinta

Tapi tak pernah mengalah ? dan membara, tapi

Tak pernah meleleh ? Akankah kau merasa nyaman

Pada jiwa yang gemetaran didepan badai, Namun

Tak pernah menyerah padanya?

Maukah kau menerima sebuah hati sebagai pasangan

Yang tak akan memimpin, juga tak mau dipimpin?

Maukah kau memilikiku tanpa menguasai diriku

Dengan membawa tubuhku & bukan hatiku?

————–

Hapus air maramu, sayangku. Karena Cinta

Yang membuka mata kita dan memperbudak hati

Kita akan menganugerahi kita kesabaran & kekuatan

Hapus air matamu dan bergembiralah, karena kita telah

Mengambil sumpah atas cinta dan dengan cinta itulah

Kita sanggup memikul beban derita kemiskinan dan

Pedihnya kesengsaraan juga luka perpisahaan

————–

Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon

tanpa bunga dan buah

Cinta tanpa keindahan bagaikan bunga

tanpa keharuman dan buah tanpa benih

Hidup, Cinta & Keindahan adalah 3 orang dalam satu sosok

yang tak bisa dipisahkan atau diubah

————–

Adalah keliru mengira cinta timbul dari lamanya persahabatan

Dan gigihnya masa pendekat. Cinta adalah hasil dari kekuatan tarik menarik

Spritual dan apabila tak terjadi pada saat itu juga, maka ia tdk akan tercipta selama bertahun-tahun

————–

OH, CINTA dengan  tangan-tangan Illahiah

Yang telah mengendalikan hasratku

Dan meninggikan rasa lapar juga dahagaku

Hingga mencapai martabat dan harga diri

Jangan biarkan yang kuat dalam diriku dan yang terukur

Sehingga menggoda diriku yang lebih lemah

Lebih baik biarkan aku kelaparan

Dan biarkan hatiku terpanggang oleh kehausan

Dan biarkan aku mati dan binasa

Sebelum ku ulurkan tanganku

Pada cangkir yang tak kau isi

Atau mangkuk yang tak kau penuhi

————–

Pernikahan adalah penyatuan 2 jiwa

Hingga yang ketiga dilahirkan ke muka bumi

Ini adalah bersatunya 2 jiwa didalam kuatnya

Cinta demi terhapusnya perpisahan.

Ia adalah penyatuan tertinggi yang menggabungkan

2 satuan didalam 2 spirit. Ia adalah hujan cincin emas didalam

Sebuah lingkaran yang permulaannya adalah kerlingan dan

Ujungnya adalah keabadian. Ia adalah hujan murni yang turun

Dari langit tak berawan untuk menyuburkan dan memberkahi

Ladang alam Illahi. Sebagaimana pandangan pertama dari

Mata sang kekasih, begitulah benih yang ditaburkan dalam hati

Manusia sehingga penyatuan dua pecinta dalam pernikahan adalah

Laksana buah pertama dari bunga pertama dari benih tersebut

————–

Saling mencintailah satu sama lain, namun jangan membuat cinta sebagai ikatan

Biarkan ia sebagai lautan yang mengalun diantara pantai jiwa kalian …………

Bernyanyi dan menarilah bersama dan bernahagialah tetapi biarkan

Masing-masing dari kalian menyendiri sebagaaimana dawai-dawai kecapi terkait

Sendiri-sendiri walaupun mereka berdenting dalam alunan musik yang sama

Biarkan hatimu tetapi jangan dimiliki oleh pasanganmu karena hanya tangan

Kehidupan yang dapat menjaga hatimu dan berdirilah bersama namun jangan terlalu

Berdekatan karena bahkan pilar kuil sekalipun berdiri terpisah

————–

Suara kehidupan didalam diriku tak bisa menjangkau telinga kehidupan

Didalam dirimu, namun mari kita berbincang-bincang agar kita tak merasa kesepian

————–

Dan ketika kau kunyah sebutir apel dengan gigi-gigimu, katakan dalam hatimu,

Benihmu akan hidup didalam tubuhku dan kuncup masa depanmu akan bersemi

Dalam hatiku dan keharumanmu akan menjadi nafasku dan bersama-sama

kita akan bergembira melewati semua musim

————–

EMOSI yang kita takuti & yang mengguncang kita ketika berlalu melewati

Hati kita adalah hukum alam yang membimbing bulan mengitari bumi dan matahari

————–

Dahulu aku ada,

Sekarangpun aku ada

Maka aku akan terus ada hingga akhir waktu

Karena aku tak punya penghabisan

Aku telah membelah angkasa luas tiada batas

Dan melayang terbang didunia fantasi dan

Mendekat ke lingkaran cahaya di ketinggian

Tapi kau melihat diriku sebagai tawanan materi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s