“DAHULU & SEKARANG AKU ADA”

Dahulu aku ada,

Sekarangpun aku ada

Maka aku akan terus ada hingga akhir waktu

Karena aku tak punya penghabisan

Aku telah membelah angkasa luas tiada batas

Dan melayang terbang didunia fantasi dan

Mendekat ke lingkaran cahaya di ketinggian

Tapi kau melihat diriku sebagai tawanan materi

( Kahlil Gibran ) 

                Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Tak terasa tahun berganti hingga 38 kali, dapat dikatakan usia yang tidak muda lagi dapat dikatakan usia dewasa.

                Banjarmasin, 01 Maret 1974 jam 03.00 WIT telah lahir seorang bayi perempuan disebuah rumah persalinan dengan seorang bidan yang bernama Laily dari sepasang suami istri yang bernama Abadi dan Rosita yang telah dinanti-nantikan dikarenakan dua kelahiran yang terdahulu bayinya meninggal. Dari pihak Bapak kelahiran cucu ini sangat dinantikan karena pa’ Abadi adalah anak pertama dari pasangan Handriyani Sanusi seorang Camat dan Siti Djaniah, jadi cucu ini adalah cucu pertama dari pihak mereka. Sedangkan dari pihak Ibu kelahiran bayi ini merupakan cucu kedua dari kake bernama Mursid yang merupakan seorang polisi dan nene Siti Rubayah.

Pada saat pemberian nama untuk bayi tersebut dari kedua belah pihak ingin turut andil pula karena banyak, maka dibuatlah kesepakatan pemberian nama tersebut dibuatdisecarik kertas lalu nantinya akan dibuat seperti arisan yang keluar nama tersebut maka itulah yang akan dijadikan nama. Ada kurang lebih sebanyak 40 gulungan kertas, setelah dikocok keluarlah nama NOOR LAILY ternyata nama tersebut pemberian dari kake dan nene dari pihak bapa, tapi karena orangtua dari ibu ingin ikut andil maka mereka meminta untuk ditambahkan nama tersebut dengan ROSYIDA, maka jadilah bayi tersebut dengan nama Noor Laily Rosyida yang artinya Cahaya Malam Utama.

Saat usianya 40 hari bayi yang bernama NOOR LAILY ROSYIDA itu sakit paru-paru basah sehingga dirawat disebuah rumah sakit Ulin Kalimantan Selatan dan dilakukan perawatan intensif, penyakitnya sembuh tetapi bayi tersebut mempunyai sakit Asma yang merupakan penyakit keturunan yang tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dicegah untuk tidak kambuh. Dokter bilang kalau penyakit Asma tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dicegah dengan menjaga penyebabnya yaitu tidak terlalu cape, jangan emosi dan jangan tertekan. jadilah bayi tersebut dijaga bagaikan kristal sampai dia dewasa.

Bayi tersebut mempunyai panggilan dikeluarganya Lili bagaikan bunga Lili yang cantik dan mempunyai warna yang bagus. Pada usia lily 3 tahun mempunyai adik laki-laki yang bernama Sofiyan Sahid, Ketika Sofiyan Lahir kami berada di Jakarta karena bp oleh kantornya dipindahkan ke Jakarta. Sofiyan lahir di Rumah sakit di Bilangan Cililitan Jakarta – Timur. Ketika Sofiyan berusia 1 tahun dan Lily berusia 4 tahun bp mendapat kecelakaan dan setelah dirawat dirumah sakit POLRI kami sekeluarga kembali ke Kalimantan sampai bp sembuh, sambil menunggu kesembuhan Lily dimasukkan sekolah TK di kalimantan – selatan tepatnya di sebuah kabupaten yang bernama Pleihari.

Setelah bp sembuh kami kembali lagi ke Jakarta, Kami tinggal di daerah Jakarta – Timur tepatnya di Jl. D.I Panjaitan No.10 Rt.001 Rw.003. Lalu Lily bersekolah SDN Cipinang Cempedak 07 pagi Jakarta – Timur, SMPN 52 Cipinang Muara Jakarta – Timur, SMAN 53 Cipinang Jaya Jakarta – Timur, IST Al-Kamal Jakarta – Barat. Itulah tempat-tempat Lily menempuh pendidikan. Pada saat  kelas II SMA mempunyai adik yang bernama Rizky Novizar Budi Setianto.

Tak terasa si Lily kecil telah berusia 38 tahun dan telah berkeluarga dengan suami bernama Udin Saprudin dan anak bernama Muthia Nabila Aulia Putri.

Semoga dengan bertambahnya usia ini membawa keberkahan didunia dan diakhirat. Amin Ya Robal alamin.

Jiwaku menasihatiku & mengajariku untuk

mengukur waktu tanpa mengucapkan

Ada kemarin dan akan ada esok hari

sampai saat itu aku mengayap masa lalu

sebagai jangka waktu yang sudah hilang

dan akan dilupakan, sementara masa depan

kupandang sebagai era yang belum kuraih

Namun sekarang aku mempelajari ini

Bahwa dalam singkatnya sepanjang waktu

sekarang dengan semua yang ada didalam

waktu telah tercapai dan akan menjadi kenyataan

(Kahlil Gibran)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s