Peranan Guru Dalam Mencerdaskan Bangsa

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Setiap mendengar lagu itu aku yang seorang guru merasakan haru en sangat bangga. Andaikan saja itu dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa-siswa kita maka sebagai guru kita merasa bangga karena sudah dianggap, dipahami dan dimengerti tentang posisi dan peranan kita oleh siswa-siswa dimana tugas kita sebagai “pelita dalam kegelapan, embun penyejuk dalam kehausan, patriot pahlawan bangsa yang tanpa tanda jasa dengan bintang bertebaran”. Apalagi kalau dilihat dari sisi materi, sangat….sangat….sangat…..minim. Tapi Pemerintah sudah mulai memperhatikan para guru yang begitu berbakti sabar & tekunnya mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa, dengan memberikan berbagai tunjangan kepada para guru. Seperti Tufu(Tunjangan Fungsional), Tunjangan sertifikasi dll. Alhamdulillah yach sesuatu banget kalau kata Syahrini.

Aku sendiri pastinya pernah menjadi murid, setiap tingkatan sekolah pasti ada guru yang sangat aku kagumi, sayangi dan selalu ku ingat selalu sampai saat ini dan menjadi contoh bagiku kenapa murid-murid bisa selalu terkenang akan guru tersebut, waktu aku SD ada namanya guru Rosnida yag selalu aku ingat dan aku ingin mencontoh beliau dalam mendidik siswa-siswanya yaitu sifat keibuannya,sifat bersahabatnya,tidak kasar saat beliau marah,perhatiannya terhadap siswa dan tidak memandang sebelah mata terhadap siswa yang nakal, malah kalau beliau melihat siswa yang nakal maka dia akan merangkul, memberi perhatian lebih, berusaha mencari tau sebab kenakalan anak tersebut kenapa? Saat ku SMP ada seorang bapak guru yang bernama  I Wayan dari tampangnya memang menyeramkan dan terlihat galak tapi menurut saya pada saat itu beliau bisa menempatkan diri kapan beliau tegas kapan beliau baik terhadap siswa, dalam mengajar penjelasan yang disampaikannya Sersan ( serius tapi santai ) sehingga materi yang disampaikan bisa diterima, karena beliau guru sejarah… kita sbagai murid-murid sering belajar dari tempat-tempat bersejarah tidak hanya mendengarkan beliau ceramah tetapi juga langsung observasi ketempat yang dianggap bersejarah atau ke mesuem-museum yang ada.

Pada awalnya aku bukan berprofesi sebagai guru karena latar belakang pendidikanku bukan dari keguruan tapi dari Teknik Industri, saat lulus SMA aku mengikuti sipenmaru dengan pilihan pendidikan PGSD tanpa sepengetahuan orangtuaku, pada saat diterima orangtuaku tidak mengijinkan dengan alas an gaji seorang guru sangatlah kecil.Orangtuaku menginginkan anaknya sukses dengan karier yang bagus karena aku tidak ingin melawan orangtua maka aku mengikuti keinginan orangtuaku dengan masuk ke Universitas swasta fakultas Teknik Industri jurusan Teknik Informatika. Aku menempuh pendidikan tersebut sesuai waktunya. Setelah selesai kuliah aku dapat kerja di sebuah perusahaan kontraktor yang kerjanya dari pagi sampai malam tidk dapat melihat matahari, berangkat sebelum matahari terbit pulang pada saat matahari terbenam. Saat aku menikah aku mencoba untuk melamar menjadi guru di sebuah yayasan di Bekasi pada tahun 2002 itu awal mulaku berkarier menjadi seorang guru sampai saat ini, karena dasar pendidikanku bukan dari keguruan maka aku mengambil kuliah Akta IV pada tahun 2006. Pada saat aku menjadi guru sangatlah menyenangkan karena waktuku tidak sepenuh seperti aku bekerja di suatu perusahaan, masih bisa mengurus keluargaku en ilmu ku  makin bertambah dan bisaku amalkan tuk murid-muridku,aku sudah terbiasa menangani berbagai macam tingkah polah setiap siswaku. Dari buku yang ku baca ……………………………… , mendidik dengan tulus ikhlas dan cinta. Aku berusaha untuk menjadi teman,sahabat,orangtua en guru yang bisa membimbing mereka, tempat curhatan mereka biar mereka bisa nyaman en santai tidak tegang saat belajar bersama saya. Jadi mereka punya tempat yang menyenangkan, jadi mereka tidak antipasti terhadap sekolah maupun gurunya, tapi mereka punya kerinduan kalau tidak datang kesekolah maupun bertemu gurunya. Itulah yang aku inginkan dan berusaha seperti itu mudah-mudahan. Memang selama ini banyak siswa yang dekat denganku, aku melihat bagaimana mesti bersikap terhadap anak, karena tiap siswa itu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain, kadang ada juga anak yag tidak suka padaku. Aku menerapkan mendidik siswa dengan sikap kasih sayang en cinta kasih, seperti kita memperlakukan anak kandung kita sendiri. Dengan cara kita memberi pengajaran kepada siswa kita yang menyenangkan sehingga mereka bersemangat kesekolah seolah-olah sekolah mereka jadikan rumah kedua bagi mereka maka belajar bukan lagi merupakan tekanan,paksaan tapi merupakan kesenangan bagi mereka. Dengan cara seperti itu maka mereka dapat meraih nilai en mengerjakn tugas-tugasnya dengan baik dan pasti ilmu yang kita sampaikan bisa mereka serap dengan baik sehingga anak-anak kita bisa cerdas, karena siswa kita cerdas maka secara otomatis penerus bangsa ini akan menjadi cerdas.

Dalam melaksanakan tugas kita tidak hanya sekedar memberikan materi lalu setelah itu selesai, seperti hanya menuntaskan kewajiban yang harus disampaikan memenuhi kurikulum,Silabus, RPP dan segala perangkat pengajaran lain…… disitulah peranan penting kita tuk dapat menjadikan anak bangsa lebih berpendidikan en lebih terpelajar dengan memperhatian sikap tingkah polahnya apakah sudah menjadi lebih baik. Buatlah mengajar itu suatu kesenangan dari hati tanpa beban yang sering disampaikan oleh kepala sekolah kami saat kali pada saat rapat, Jangan dijadikan beban yang mesti dilepas saat kita telah sampai pada tujuannya, mengajar, mendidik siswa harus dengan senang hati dan ikhlas tanpa beban berat yang ada pada kita ketika kita ingin sekali melepasnya. Itu sama sekali tidak ada keterkaitan terhadap siswa kita, bila kita ikhlas bukan hanya materi saja tapi juga pahala akan mengikuti kita. Seperti Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang artinya seperti ini kurang lebihnya : Ada 3 hal yang akan menemani kita pada saat kita meninggal dan pahalanya selalu mengalir terus  yaitu : Amal Jahiriah, Ilmu yang bermanfaat dan Anak yang sholeh.

4 thoughts on “Peranan Guru Dalam Mencerdaskan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s